Jiggajiggy's Blog

Sudut Merah Jambu Part #2

Posted on: Agustus 19, 2011

Indah : PING!!!
Indah : Dis, nanti mau ikutan kita karaokean gak? ditanyain sama Olga tuh lu, kangen dia katanya sama suara lu yang kaya toa mesjid
Gadis : tumben tuh anak cariin gw, emang gw punya utang apa sama dia, bisa kangen.
Gadis : boleh gak sih kalau yang kangen jangan si perempuan recet macem Olga
Indah : hahahhaha, emang lu mau siapa? ahhhh gw tau lu mau siapa? udah sih dis, lupain aja tuh orang! gak Guna! yaudah ntar dateng yah, kita ketemuan di Gancit, oke!
Gadis : serah…berisik!
Indah : I know you will come baby, only us could mend your heart;))
Gadis : prettttttttttttt

Gadis, sebelah sini! Terdengar suara Indah memanggil dari dalam kedai ramen tempat mereka janjian sore itu. Tuh…kan, i know you will come! you need us Dis, udah deh jangan galau-galau sendirian di kamar, bermuram durja. Benci gw liatnya. Indah merepet kata menyambut Gadis ibarat petasan rentet di tiap kawinan khas Betawi, pedes!

“Hah..berisik”, ucap Gadis berusaha menyetop Indah. “Udah pada pesen?” tanya-nya sambil menatap dua perempuan lain, Olga dan Firdha yang sudah hadir di kehidupan Gadis sejak mereka SMA, dan sejak itu mereka tidak pernah terpisahkan. “Udah Dis”, ucap Firdha, yang memang paling diam diantara mereka semua.Sementara Olga cuma senyum-senyum penuh ‘ke-kepoan’ ke arah Gadis. Olga memang yang paling speak-up diantara sahabat Gadis yang lain. Bawel tapi santai anaknya, simple banget hidupnya. “Mata lu yeh nyet…nusuk tauk, udah ah gw pesen dulu” Gadis berlalu sambil berlari dari tatapan ‘kepo’ Olga.

“Wuidih…kayanya ada yang pedes nih idupnya, sampe mesen level 8, ckckckkck” Indah kontan berkomentar melihat pesanan Gadis yang baru saja datang. “udah biarin, biar gampang nangis-nya” tambah Olga. BA to the WEL, BAWEL! ucap Gadis, sambil cuek menyantap ramen yang khilaf dipesan olehnya tingkat kepedasan-nya. Entah apa yang ada di pikiran-nya saat memesan tadi. Firdha cuma senyum-senyum gak mau ikut komentar melihat tingkah Gadis yang jarang-jarang keluar PE-A nya. “Gw makan yah, kalian ngobrol aja, itung-itung hibur temen lah” ucap Gadis sambil menyendok kuah ramen yang berasa larva panas sore itu.

Di tengah-tengah makan,Olga sontak bertanya tanpa tedeng aling-aling, “Jadi Sang apa kabar?”. Ingin rasanya Gadis menuangkan kuah ramen yang pedes+panas ke Olga saat itu juga. ‘Ush….biarin Gadis makan dulu gak sih?’ ujar Firdha. “hm….gapapa kok dha, emang doyan si Olga mah nyayat-nyayat hati orang” ucap Gadis yang sebenarnya males menceritakan lagi hal yang menurut dia bodoh.

jatuh cinta bertepuk sebelah tangan itu bodoh menurut Gadis. Mungkin dia saja yang melebih-lebihkan rasa yang ada selama ini antara dia dan Sang. Mungkin untuk Sang, itu hal biasa. Gadis? yah sama saja dengan teman-teman dia yang lain.

Sambil menghela nafas panjang, yang juga dikarenakan kepedesan, Gadis pun bicara kepada teman-teman terbaik-nya yang sudah sangat mengerti pola-pikir Gadis. “Gw rasa, gw aja yang ke-geer-an”, ungkap Gadis kepada 3 pasang bola mata perempuan yang paling disayang-nya di dunia ini. “Yah, gw-nya yang melebihkan rasa, di dia mungkin rasa itu gak pernah ada, sekecil-pun, sambil menjentikkan ujung kuku-nya. “sakittt banget…makanya gw langsung cerita di grup kan, betapa sakitnya gw mengetahui bahwa posisi gw sebagai teman dekatnya diambil oleh perempuan lain. Mungkin gw cemburu atau apalah, gw juga gak ngerti ini apa, tapi gw sedihhh bangetttt, tahu Sang udah gak deket gw lagi, secara emotional bonding yah”. Olga, Indah dan Firdha menatap fokus ke arah Gadis yang berusaha mengalahkan rasa sesak yang membuncah di dada-nya, ke-tiga perempuan itu hanya terseyum getir melihat Gadis.

‘Gak ada yang salah kok Dis,cuma memang rasa yang lu punya berlebih aja ke dia’ ungkap Firdha berusaha menenangkan Gadis sambil memegangi tangan Gadis yang mencengkram kuat tissue makan. ‘Embrace it Dis, puas-puasin aja rasa sakitnya, nanti juga akan berhenti ‘pendarahan’ hati lu, kalau kata pepatah waktu yang akan menyembuhkan, ciyyyyyyyyyeeeeeeeeehhh pinter yah gw’, Indah berusaha menghidupkan suasana.
‘Cupu, gitu aja nangis, udah berarti dia emang bukan buat lu,mending kaya prinsip gw Dis, iya-iya nggak-nggak’ kalau suka maju, kalau ngak yah mundur, simple kan’ Olga bersuara. ‘Lu enak Ga, ngomong doang….iya gw tau, lu juga udah bilang diawal, kalau nih orang gak banget buat gw, tapi lu tau kan gimana rasanya kalau orang dicegah, pasti makin penasaran. Nah itu gw!’ rentet Gadis kepada Olga.

‘Iya gw tahu, dan karena gw ngeliat lu nyaman, gw gak berusaha narik lu atau ngejauhin lu dari dia kan? gw cuma mau lu liat seperti apa dia sebenernya. Gw gak punya rasa, makanya gw bisa nilai objektif, nah lu kan suka, jadinya subjektif banget Dis. Semuaaaaaaa bagian idup lu itu isinya cuma Sang, Sang, Sang’ Olga memulai ceramahnya, sementara Gadis cuma bisa menelan kata-kata Olga, yang keparat-nya, benar adanya.

Suara Olga mulai melunak, ‘Gini Dis, kita tauuuu lu sakit hati, terluka, untuk cinta yang mungkin belum pernah lu punya ini, tapi kita gak suka ngeliat lu nangisin tuh orang terus-menerus. Kasian Dis, mati juga belum tuh si Sang, udah lu tangisin aje” sambil tertawa Olga berusaha membuat mood Gadis membaik.

‘Hahaahha….bisa aja lu Ga’ ujar Gadis sambil melempar tissue yang sedari tadi diuwel-uwel ditangannya ke arah Olga.

‘Idih, banyak daki-nya tuh Ga, lu lempar ke gw, gw keramasin rambut lu pake kuah ramen’ cerocos Indah ke Olga dan Gadis. Olga cuma menjentikkan tissue itu ke lantai, dan berkata ‘biarin kalau dibawah kan seenggak-enggak-nya itu tissue dipungut, daripada hati Gadis, udah retak gak ada yang mungut lagi’ ucap Olga cuek.

‘Olga……resekkkkkkk Olga jahat!!’ Jerit Gadis. ‘Bentar lagi nih mangkok mendarat di atas pala mu yah Ga’ ancam Gadis bercanda.

Suasana pun mecair, mereka ber-empat pun tertawa.

Sampai tiba-tiba Firdha nyeletuk ‘So, Gadis, hows your feeling now? are you ok now?’ kalimat yang simple yang kemudian menenggelamkan tawa bahagia Gadis, yang sangat lepas, yang hadir sekian menit yang lalu. Sakit itu-pun menggigit kembali bahkan ditengah suasana bahagia yang coba diciptakan oleh Olga, Indah dan Firdha. Gadis kontan memeluk tiga sahabat-nya itu. Mencari jiwa-jiwa bahagia yang bisa menyembunyikan jiwa-nya yang sedang terluka. Cuma satu yang dirasakan Gadis saat memeluk sahabat-sahabatnya. Damai!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ola!

speak up!

Blog Stats

  • 2,870 hits

Almanac

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: