Jiggajiggy's Blog

Archive for Agustus 2011

Some people might believe in Zodiac signs,some…don’t!

I don’t believe in signs. I strongly believe that a person is driven by passion,habit,goals, and its surroundings.

Iklan

Kayanya sekarang ,makin jarang liat foto yang masih ‘perawan’ alias belum diacak-acak sama empunya. Ik, salah satu partai ‘Reus’ ceu! Kemana trend mengalir, kesitu ik pergi…termasup genk foto ‘gak perewi’ :)))))))

Nah ini contohnya:

ini Lagi 🙂

Photos courtesy of Tante Sinaga, silah mampir ke blog-nya (masih butuh dipromoin nih) *sundul gan*

Cinta…hmm…satu kata yang mungkin tak bisa dengan baik aku deskripsikan,tapi bisa dengan sangat baik aku rasakan. Karena Cinta memang ada untuk dirasa daripada untuk didefinisikan atau dideskripsikan.

Cinta tegak lurus dengan akal sehat,berbanding lurus dengan perasaan dan bisa menimbulkan gelombang anomali asa.

Cinta,baru saja lewat. Dan dia akan berhenti di pemberhentian ‘hati’ berikutnya,untuk singgah.
Cinta,baru saja lewat. Dia baru saja melewatkan cupid yang hanya bisa terpana melihat pesona-nya, sehingga ia lupa melepas panah asmaranya.
Cinta,baru saja lewat. Meninggalkan asa yang terhempas,menunggu sayap-sayap datang memeluknya yang patah.
Cinta,baru saja lewat. Dia melewatkan aku!.

Indah : PING!!!
Indah : Dis, nanti mau ikutan kita karaokean gak? ditanyain sama Olga tuh lu, kangen dia katanya sama suara lu yang kaya toa mesjid
Gadis : tumben tuh anak cariin gw, emang gw punya utang apa sama dia, bisa kangen.
Gadis : boleh gak sih kalau yang kangen jangan si perempuan recet macem Olga
Indah : hahahhaha, emang lu mau siapa? ahhhh gw tau lu mau siapa? udah sih dis, lupain aja tuh orang! gak Guna! yaudah ntar dateng yah, kita ketemuan di Gancit, oke!
Gadis : serah…berisik!
Indah : I know you will come baby, only us could mend your heart;))
Gadis : prettttttttttttt

Gadis, sebelah sini! Terdengar suara Indah memanggil dari dalam kedai ramen tempat mereka janjian sore itu. Tuh…kan, i know you will come! you need us Dis, udah deh jangan galau-galau sendirian di kamar, bermuram durja. Benci gw liatnya. Indah merepet kata menyambut Gadis ibarat petasan rentet di tiap kawinan khas Betawi, pedes!

“Hah..berisik”, ucap Gadis berusaha menyetop Indah. “Udah pada pesen?” tanya-nya sambil menatap dua perempuan lain, Olga dan Firdha yang sudah hadir di kehidupan Gadis sejak mereka SMA, dan sejak itu mereka tidak pernah terpisahkan. “Udah Dis”, ucap Firdha, yang memang paling diam diantara mereka semua.Sementara Olga cuma senyum-senyum penuh ‘ke-kepoan’ ke arah Gadis. Olga memang yang paling speak-up diantara sahabat Gadis yang lain. Bawel tapi santai anaknya, simple banget hidupnya. “Mata lu yeh nyet…nusuk tauk, udah ah gw pesen dulu” Gadis berlalu sambil berlari dari tatapan ‘kepo’ Olga.

“Wuidih…kayanya ada yang pedes nih idupnya, sampe mesen level 8, ckckckkck” Indah kontan berkomentar melihat pesanan Gadis yang baru saja datang. “udah biarin, biar gampang nangis-nya” tambah Olga. BA to the WEL, BAWEL! ucap Gadis, sambil cuek menyantap ramen yang khilaf dipesan olehnya tingkat kepedasan-nya. Entah apa yang ada di pikiran-nya saat memesan tadi. Firdha cuma senyum-senyum gak mau ikut komentar melihat tingkah Gadis yang jarang-jarang keluar PE-A nya. “Gw makan yah, kalian ngobrol aja, itung-itung hibur temen lah” ucap Gadis sambil menyendok kuah ramen yang berasa larva panas sore itu.

Di tengah-tengah makan,Olga sontak bertanya tanpa tedeng aling-aling, “Jadi Sang apa kabar?”. Ingin rasanya Gadis menuangkan kuah ramen yang pedes+panas ke Olga saat itu juga. ‘Ush….biarin Gadis makan dulu gak sih?’ ujar Firdha. “hm….gapapa kok dha, emang doyan si Olga mah nyayat-nyayat hati orang” ucap Gadis yang sebenarnya males menceritakan lagi hal yang menurut dia bodoh.

jatuh cinta bertepuk sebelah tangan itu bodoh menurut Gadis. Mungkin dia saja yang melebih-lebihkan rasa yang ada selama ini antara dia dan Sang. Mungkin untuk Sang, itu hal biasa. Gadis? yah sama saja dengan teman-teman dia yang lain.

Sambil menghela nafas panjang, yang juga dikarenakan kepedesan, Gadis pun bicara kepada teman-teman terbaik-nya yang sudah sangat mengerti pola-pikir Gadis. “Gw rasa, gw aja yang ke-geer-an”, ungkap Gadis kepada 3 pasang bola mata perempuan yang paling disayang-nya di dunia ini. “Yah, gw-nya yang melebihkan rasa, di dia mungkin rasa itu gak pernah ada, sekecil-pun, sambil menjentikkan ujung kuku-nya. “sakittt banget…makanya gw langsung cerita di grup kan, betapa sakitnya gw mengetahui bahwa posisi gw sebagai teman dekatnya diambil oleh perempuan lain. Mungkin gw cemburu atau apalah, gw juga gak ngerti ini apa, tapi gw sedihhh bangetttt, tahu Sang udah gak deket gw lagi, secara emotional bonding yah”. Olga, Indah dan Firdha menatap fokus ke arah Gadis yang berusaha mengalahkan rasa sesak yang membuncah di dada-nya, ke-tiga perempuan itu hanya terseyum getir melihat Gadis.

‘Gak ada yang salah kok Dis,cuma memang rasa yang lu punya berlebih aja ke dia’ ungkap Firdha berusaha menenangkan Gadis sambil memegangi tangan Gadis yang mencengkram kuat tissue makan. ‘Embrace it Dis, puas-puasin aja rasa sakitnya, nanti juga akan berhenti ‘pendarahan’ hati lu, kalau kata pepatah waktu yang akan menyembuhkan, ciyyyyyyyyyeeeeeeeeehhh pinter yah gw’, Indah berusaha menghidupkan suasana.
‘Cupu, gitu aja nangis, udah berarti dia emang bukan buat lu,mending kaya prinsip gw Dis, iya-iya nggak-nggak’ kalau suka maju, kalau ngak yah mundur, simple kan’ Olga bersuara. ‘Lu enak Ga, ngomong doang….iya gw tau, lu juga udah bilang diawal, kalau nih orang gak banget buat gw, tapi lu tau kan gimana rasanya kalau orang dicegah, pasti makin penasaran. Nah itu gw!’ rentet Gadis kepada Olga.

‘Iya gw tahu, dan karena gw ngeliat lu nyaman, gw gak berusaha narik lu atau ngejauhin lu dari dia kan? gw cuma mau lu liat seperti apa dia sebenernya. Gw gak punya rasa, makanya gw bisa nilai objektif, nah lu kan suka, jadinya subjektif banget Dis. Semuaaaaaaa bagian idup lu itu isinya cuma Sang, Sang, Sang’ Olga memulai ceramahnya, sementara Gadis cuma bisa menelan kata-kata Olga, yang keparat-nya, benar adanya.

Suara Olga mulai melunak, ‘Gini Dis, kita tauuuu lu sakit hati, terluka, untuk cinta yang mungkin belum pernah lu punya ini, tapi kita gak suka ngeliat lu nangisin tuh orang terus-menerus. Kasian Dis, mati juga belum tuh si Sang, udah lu tangisin aje” sambil tertawa Olga berusaha membuat mood Gadis membaik.

‘Hahaahha….bisa aja lu Ga’ ujar Gadis sambil melempar tissue yang sedari tadi diuwel-uwel ditangannya ke arah Olga.

‘Idih, banyak daki-nya tuh Ga, lu lempar ke gw, gw keramasin rambut lu pake kuah ramen’ cerocos Indah ke Olga dan Gadis. Olga cuma menjentikkan tissue itu ke lantai, dan berkata ‘biarin kalau dibawah kan seenggak-enggak-nya itu tissue dipungut, daripada hati Gadis, udah retak gak ada yang mungut lagi’ ucap Olga cuek.

‘Olga……resekkkkkkk Olga jahat!!’ Jerit Gadis. ‘Bentar lagi nih mangkok mendarat di atas pala mu yah Ga’ ancam Gadis bercanda.

Suasana pun mecair, mereka ber-empat pun tertawa.

Sampai tiba-tiba Firdha nyeletuk ‘So, Gadis, hows your feeling now? are you ok now?’ kalimat yang simple yang kemudian menenggelamkan tawa bahagia Gadis, yang sangat lepas, yang hadir sekian menit yang lalu. Sakit itu-pun menggigit kembali bahkan ditengah suasana bahagia yang coba diciptakan oleh Olga, Indah dan Firdha. Gadis kontan memeluk tiga sahabat-nya itu. Mencari jiwa-jiwa bahagia yang bisa menyembunyikan jiwa-nya yang sedang terluka. Cuma satu yang dirasakan Gadis saat memeluk sahabat-sahabatnya. Damai!

So, here are several songs that always accompanying me in my drive time in my mad, mad, city: Jakarta.
I’m a Jakartans, and if i can’t deal with the crazy-cruel-jaw dropping- daily traffic, i must be crazy right now. So to shift my mood from the traffic, i opt to organize my daily playlist.

Some of the song, that i play it over and over again, are these:

Every Teardrop Is Waterfall – Coldplay
Gravity- Sara Bareilles
Better Man- David McAlmont
Good Life- One Republic feat B.O.B
Pumped Up Kicks- Foster The People
Sunlight- Bag Raiders
Not Over- Bag Raiders

Tiba-tiba Gadis terbangun dengan nafas tersengal di pagi hari itu. Dia tidak bisa mengartikan mimpi yang dialaminya barusan. Hanya saja getir dari alam bawah sadar itu terbawa ke alam sadar Gadis di pagi itu. Bukannya orang bilang alah bisa karena biasa?Bukankah seharusnya duniaku juga sudah bisa kembali tenang karena sudah biasa dilupakan oleh dia,tuntut Gadis akan kata-kata bijak itu.

Gadis berusaha untuk memasukan oksigen ke otak-nya,agar dia bisa mengerti hal terkutuk apa yang bisa membuat rasakan getir di hatinya menjadi semakin hebat pagi itu!

Selamat pagi…dunia,ucapnya berbisik sambil membuka dua daun jendela kamarnya bersamaan. Hawa sejuk bisa dia rasakan sambil mencoba menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya. Sekonyong-konyong ingin sekali dia penuhi tiap ruang nadi di tubuhnya dengan udara pagi itu. Siapa tau,pikiran kecilnya berkata, ini bisa menyingkirkan rasa getir yang dia rasakan. Kurang dengan udara pagi Jakarta yang seadanya itu,Gadis menyalakan radio kesayangan-nya, mencari keramaian untuk hatinya yang makin tidak dimengerti olehnya.

Radio mengumandangkan lagu-lagu yang coba untuk masuk ke telinga Gadis,tapi sesuatu lebih hebat sedang berkecamuk di pikiran Gadis.

Kenapa dia hadir lagi,ucap Gadis lirih sambil meletakkan badannya di tempat tidur kembali. Kenapa kamu hadir kembali,ucapnya kosong. Tidak cukupkah jarak yang dibuat ini memisahkan kamu dan aku. Gadis takut merunut lagi hal yang bisa membuat tangis-nya pecah seketika memikirkan orang yang telah meninggalkan semburat luka di hati-nya.

Untung ini hari Sabtu,jadi ada waktu untuk Gadis menganalisa hal yang menyebabkan ia terbangun dengan nafas tersengal. Tapi ah..sial hari Sabtu,yang entah ke seratus berapa yang masih dihabiskan-nya sendiri. Sementara radio mungkin akan menghantam telinga Gadis dengan lagu cinta muram durja atau lagu cinta bahagia yang masih cuma ada di angan Gadis selama ini.

Dengan tatapan serabutan Gadis melirik ke handphone-nya,melihat nama Sang muncul disana…gakada! Sudah masuk minggu ke-tiga Sang tidak menghubunginya sama sekali. Sakit rasanya hati Gadis melihat kenyataan di pagi itu. ‘Sang kamu kemana sih?apa iya udah begitu aja kamu ngelupain aku? Apa yang kita lakukan kemarin-kemarin,apa tidak membuatmu kangen sama aku Sang?’. Nafas Gadis tiba-tiba jadi berat,dan entah gulungan ombak mana yang tiba-tiba hadir di mata Gadis. Dia tidak kuat menahan,terjunlah ombak itu menjadi air terjun yang tak menemukan waduk untuk membendungnya. Cuma sakit yang semakin menusuk hati Gadis kalau ingat Sang yang tiba-tiba menghilang begitu saja dari hidupnya. ‘Sang…………’ Bisik Gadis diantara air mata yang turun. Oh… Tuhan…ucapnya lirih.

Sang,apa aku sudah habis manisnya kau hisap,hingga sepah-nya pun enggan kau pungut. Sang,aku nyaman bersama kamu. Aku bisa menjadi diriku sendiri,Sang. Ah…memang racun,setan,taik yang namanya nyaman itu,Gadis mengutuk dalam hati. Harusnya aku gak boleh jatuh begitu mudah,padahal Sang cuma memperlakukan aku biasa saja,ah…..begok begok!!!! Gadis mengutuk.

Tok..tok,neng…neng..dipanggil Ibu. Terdengar suara si mbak berdiri di balik pintu yang memisahkan dunia khayal dan dunia nyata Gadis. Ia refleks melihat wajah dan mata-nya. Semburat merah muda menutupi hampir semua mata Gadis, warna kulit wajahnya pun demikian. Seperti hati Gadis yang kini berada di persimpangan merah muda. Warna merah pekat itu kini memudar disayat sakit menderita cinta yang bertepuk sebelah tangan.

‘Iya mbak…..’ ucap Gadis sambil membuka pintu kamar. Dunia…cabiklah mimpiku,tamparlah khayalku dengan kenyataan, ucap Gadis dalam hati sambil melangkah keluar kamar.

Last week i heard a song playing on a radio, i thought it was belong to Spandau Ballet, because of the significant voice and sound, bit hushy and deep meaning. But i was wrong, the announcer said the titled was Better Man of David McAlmont.

And i turned on my laptop to searched the song, but bloody hell, it was so hard to find. Thank God, i have a friend who always love to share songs. I asked him about the song last night, and voila this morning he sent me the song through email. Yeayyyy thank you Danny!

The song goes like this:

if I could catch a star before it touched the ground
I’d place it in a box tie ribbons all around then I’d offer it to you
a token of my love and the devotion
the world’s a better place with you turn to
I’m a better man for having loved you

and now at last I face the future unafraid
with you here by my side how fast the shadows fade
there is hope inside my heart
for I have something wonderful to live for
the world’s a better place with you to turn to
I’m a better man for having loved you

and as I am today
that’s how I’ll always stay
a better man for having loved you
a better man for having loved you

coz I have something wonderful to live for
the world’s a better place with you to turn to
I’m a better man for having loved you.

Now you understand why do i like the song so much…the lyrics definitely will touch your heart.


Ola!

speak up!

Blog Stats

  • 2,874 hits

Almanac

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031